Tidak selayaknya membenarkan dan membiarkan perasaan suka mengalahkan rasa sakit.
Ku tau ini perih, ku tau ini bodoh, lantas mengapa masih saja bertahan dan terpuruk oleh perihnya hati yang tersakiti?
Membiarkan hati tersayat sepi.
Ku tau ku benci, tapi masih saja ku tetap disini.
Mungkin ku hanya bisa memejamkan mata, serasa berfikir bahwa "dia" juga memikirkan hal yang sama, rindu.
Ku hanya berharap dan menganggap dia rindu, dia merindukanku.
Sedikitpun tidak !!
Bahkan untuk mengingat raut wajahku saja enggan.
Hanya harap yang bisa ku terbangkan, ku kirim bersama awan, angan dan kenangan.
Mulailah sadar, bahwa tidak sedetikpun dia memikirkanku, seperti aku yang selalu memikirkannya !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar