Cari Blog Ini

Sabtu, 14 Januari 2017

Tentang ku dan kesalahanku

Memang bukan postingan pertamaku di 2017.
Tapi postingan tentang kehidupan pribadi ku di tahun ini.

Ya, seperti kalian tau, sampe dengan tahun ini aku masih menyandang status "single" status yang kerap dirasa momok oleh para jomblo dan status yang dirasa mengerikan.

Jomblo, bukan sesuatu hal yang memalukan menurut saya.

Alhamdulillah di tahun ini, saya semakin memantapkan hati. Memantapkan hati untuk menyandang status jomblo sampai halal.

Mungkin jika sempat saya flashback, sebenarnya kesalahan terbesar saya adalah berpacaran. Pernah sesekali memakai dan menganggap taaruf sebagai embel2. Dan ternyata apa? Gagal ! Cukuplah saya berprasangka baik kepada Allah. Cara yang saya lakukan adalah salah. Saya hanya memakai status taaruf dengan maksud agar sedikit terhindar dari dosa. Tapi saya rasa saya hanya orang bodoh yang "layaknya" membongongi Allah. Taaruf hanya status, namun aktifitas kami selayaknya orang pacaran. Astagfirullah.... Maafkan kesalah hamba ya Allah.

Dan aku hanya berharap kedepannya benar2 bisa disampaikan pada muara rumah tangga yang abadi, dan dengan jalan yang mulia. Semoga bisa dipermudah mendapatkan jodoh yang mau dan sadar akan apa arti taaruf.
Aamiin.....
#jomblosampaihalal #jomblomulia

Tersakiti Dengan Cara Yang Sama

Dan ternyata, mencintaimu sesakit ini !

Kenapa aku masih enggan membuang rasa ini, membuang rasa berharap yang sudah pasti tak bisa ku harapkan.

Mengapa melupakanmu sesulit ini ?

Sudah sering aku tersakiti lagi dan lagi, tersakiti dengan cara yang sama dan dengan orang yang sama, serta, tentang hal yang sama pula.

Lantas, kenapa masih ada rasa?

Bodohnya aku masih menyimpan kenangan kita, kenangan yang sudah setengah hati ingin aku lupakan. Lalu kau datang seenakmu, melupakan masa lalu, melupakan apa yang telah kau perbuat kepadaku, melupakan semua salah yang kau lakukan dulu.

Apa ada penjelasan atas apa yang kau lakukan, dulu? Sayangnya tidak :)

Ini hati, seperti kaca, biar sudah hancur berkeping-keping, masih akan ada seseorang didalamnya.

Kesan Pertama Untuk Yang Kedua

Bodoh mungkin saat saya sadar tulisan ini tertuju untuknya.

Ya... Kesan untuk pertama kalinya, setelah kau kembali untuk yang kedua kalinya.
Kesan yang cukup membuat hati kecewa.

Aku pikir kau datang hanya untuk sekedar menyapa, atauh bahkan kau datang untuk memperbaiki semua yang "salah" dulu, di masa lalu.

Ternyata aku salah, kau datang hanya ingin menambah luka yang belum sempat ku sembuhkan.

Kau hanya ingin menyayat hati yang sudah mulai tertutup untukmu. Untuk luka yang telah kau gores, untuk luka yang belum mengering, lalu kau bubuhi dengan luka yang lain.

Bodohnya aku yang masih berharap sesuatu yang sama sekali tidak pantas untuk diharapkan.

Ku Tau Ini Perih

Tidak selayaknya membenarkan dan membiarkan perasaan suka mengalahkan rasa sakit.
Ku tau ini perih, ku tau ini bodoh, lantas mengapa masih saja bertahan dan terpuruk oleh perihnya hati yang tersakiti?
Membiarkan hati tersayat sepi.
Ku tau ku benci, tapi masih saja ku tetap disini.

Mungkin ku hanya bisa memejamkan mata, serasa berfikir bahwa "dia" juga memikirkan hal yang sama, rindu.
Ku hanya berharap dan menganggap dia rindu, dia merindukanku.

Sedikitpun tidak !!
Bahkan untuk mengingat raut wajahku saja enggan.

Hanya harap yang bisa ku terbangkan, ku kirim bersama awan, angan dan kenangan.

Mulailah sadar, bahwa tidak sedetikpun dia memikirkanku, seperti aku yang selalu memikirkannya !